Kamis, 29 September 2011

Datum

sebenernya ini harusnya tugas semester 1 tapi ga apalah :)


Datum adalah sebuah istilah yang dicetuskan oleh Alfred North Whitehead untuk menunjukan berbagai varian informasi yang dimiliki oleh entitas aktual.Di dalam sistem filsafat proses, datum diperoleh melalui peristiwa konkresi ]. Setiap entitas aktual memiliki berbagai macam datum. Ketika entitas aktual sudah mencapai kepenuhannya, satisfaction, ia akan mengalami peristiwa konkresi. Peristiwa inilah yang membuat entitas aktual menyediakan informasi-informasi bagi potensi-potensi terbentuknya entitas aktual yang lainnya. Informasi-informasi inilah yang di sebut dengan datum. Di dalam peristiwa prehensi datum dapat diterima sebagai potensi informasi yang relevan dalam pembentukan entitas aktual dan datum dapat ditolak berdasarkan pertimbangan relevansi entitas aktual yang akan terbentuk. Di terimanya datum sebagai informasi relevan dari etintas aktual lainnya melalui peristiwa prehensi disebut prehensi positif  Di tolaknya datum sebagai informasi relevan dari etintas aktual lainnya melalui peristiwa prehensi disebut prehensi negatif.
Satu potensi entitas aktual merasakan banyak datum dari berbagai entitas aktual yang ada di alam semesta. Ketika entitas aktual hendak mewujudkan dirinya, ia merasakan banyak datum. Datum-datum yang dirasakan oleh entitas aktual adalah datum-datum yang telah mengalami proses penolakan dan proses penerimaan yang panjang di dalam ruang dan waktu oleh entias aktual-entitas aktual melalui prehensi. Datum yang di terima sebagai informasi yang relevan bagi suatu potensi terbentuknya entitas aktual yang baru, merupakan datum yang juga telah mengalami proses di tolak dan diterima melalui prehensi oelh entitas aktual sebelumnya. datum-datum yang lahir dari peristiwa konkresi adalah datum-datum yang khas dan baru.Datum yang satu berbeda dengan datum yang lainnya. sebuah entitas aktual terdiri dari berbagai macam datum. Datum-datum ini terbentuk secara unik melalui peristiwa konkresi.

atum geodetik atau referensi permukaan atau georeferensi adalah parameter sebagai acuan untuk mendefinisikan geometri ellipsoid bumi. Datum geodetik diukur menggunakan metode manual hingga yang lebih akurat lagi menggunakan satelit.


Parameter datum geodetik

  • Parameter utama, yaitu setengah sumbu panjang ellipsoid (a), setengah sumbu pendek (b), dan penggepengan ellipsoid (f).
  • Parameter translasi, yaitu yang mendefinisikan koordinat titik pusat ellipsoid (Xo,Yo,Zo) terhadap titik pusat bumi.
  • Parameter rotasi, yaitu (εx, εy, εz) yang mendefinisikan arah sumbu-sumbu (X,Y,Z) ellipsoid.
  • Parameter lainnya, yaitu datum geodesi global memiliki besaran yang banyak hingga mencakup konstanta-konstanta yang merepresentasikan model gaya berat bumi dan aspek spasial lainnya.


Jenis datum geodetik

Jenis geodetik menurut metodenya :
  • Datum horizontal adalah datum geodetik yang digunakan untuk pemetaan horizontal. Dengan teknologi yang semakin maju, sekarang muncul kecenderungan penggunaan datum horizontal geosentrik global sebagai penggganti datum lokal atau regional.
  • Datum vertikal adalah bidang referensi untuk sistem tinggi ortometris. Datum vertikal digunakan untuk merepresentasikan informasi ketinggian atau kedalaman. Biasanya bidang referensi yang digunakan untuk sistem tinggi ortometris adalah geoid.
Jenis datum geodetik menurut luas areanya :
  • Datum lokal adalah datum geodesi yang paling sesuai dengan bentuk geoid pada daerah yang tidak terlalu luas. Contoh datum lokal di Indonesia antara lain : datum Genoek, datum Monconglowe,DI 74 (Datum Indonesia 1974), dan DGN 95 (Datum Geodetik Indonesia 1995).
  • Datum regional adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang bentuknya paling sesuai dengan bentuk permukaan geoid untuk area yang relatif lebih luas dari datum lokal. Datum regional biasanya digunakan bersama oleh negara yang berdekatan hingga negara yang terletak dalam satu benua. Contoh datum regional antara lain : datum indian dan datum NAD (North-American Datum) 1983 yang merupakan datum untuk negara-negara yang terletak di benua Amerika bagian utara, Eurepean Datum 1989 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua eropa, dan Australian Geodetic Datum 1998 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua australia.
  • Datum global adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang sesuai dengan bentuk geoid seluruh permukaaan bumi. Karena masalah penggunaan datum yang berbeda pada negara yang berdekatan maupun karena perkembangan teknologi penentuan posisi yang mengalami kemajuan pesat, maka penggunaan datum mengarah pada datum global. Datum datum global yang pertama adalah WGS 60, WGS66, WGS 72, awal tahun 1984 dimulai penggunaan datum WGS 84, dan ITRF.


Transformasi Datum

Banyak peta atau data geodesi yang memakai datum yang berbeda. Misalnya untuk keperluan survey geodesi yang lebih luas, seperti penentuan batas batas antar negara, maka diperlukan datum bersama. Perbedaan ini biasanya dapat mencapai ratusan meter jika dikonversi ke satuan panjang. Untuk menyamakan Datum geodesi perlu suatu model transformasi berdasarkan transformasi koordinat bumi. Prinsip transformasi datum adalah pengamatan pada titik-titik yang sama atau disebut titik sekutu. Titik sekutu ini memiliki koordinat-koordinat dalam berbagai datum. Dari koordinat koordinat ini dapat diketahui hubungan matematis antara datum yang bersangkutan. Selanjutnya titik titik yang lain dapat ditransformasikan.

Kamis, 22 September 2011

Pengaplikasian Excel Dalam Penghitungan Poligon


• DsinA : [=d*sin(radians(A))]
• DcosA : [=d*cos(radians(A))]
• Arctan(B) : [=degress(atan(B))]
• 30˚30’00” = 30.5˚ : [=30+30/60+0/3600]
• 30.5˚ = 30˚30’00” :
untuk derajat [=int(30.5˚)]
untuk menit [=int((30.5˚-int(30.5˚))*60)]
untuk detik [=((30.5-int(30.5˚)-int((30.5˚-int(30.5˚))/60)*3600)

Penghitungan Koordinat Poligon



Penghitungan poligon ini tergantung dari bentuk poligon dan letak titik referensi yang ada, untuk gambar diatas penghitungannya melewati 4 tahap penghitungan.
1. Hitung koreksi sudut tersebut dengan metode koreksi sudut poligon tertutup
2. Setelah terkoreksi, langkah selanjutnya adalah penentuan azimuth awal seperti penghitungan poligon terbuka tidak terikat sempurna dengan 2 buah titik referensi
3. Setelah azimuth awal terhitung bagi poligon tersebut menjadi 2 jalur poligon Poligon R1-R2 dan Poligon R2-R1
4. Hitung kembali dengan azimuth awal dari penghitungan di nomor 3, koreksi liniernya seperti penghitungan poligon terbuka tidak terikat sempurna dengan 2 buah titik referensi.

Penghitungan Koordinat Poligon Terbuka Tidak Terikat



Pada poligon ini sama sekali tidak ada sebuah koreksi, biasanya hanya mengunakan atau memperbanyak sebuah kontrol lebih di saat pengukuran di lapangan, hal ini di sebabkan karena tidak adanya titik ikat pada ujung poligon (poligon ini sering di sebut juga titik bantu). Penghitungannyapun hanya seperti penghitungan detail secara parallel (continous).

Penghitungan Poligon Terbuka Tidak Terikat Sempurna

Poligon ini dikatakan tidak terikat sempurna dikarenakan akan tidak adanya sebuah koreksi sudut dalam penghitungannya, hal ini disebabkan oleh kurangnya titik referensi di saat pengukuran berlangsung, untuk koreksinya,
Dengan 3 buah titik referensi

untuk Jarak Absis
Xr3-Xr2 = Σdsinα
untuk jarak ordinatnya
Yr3-Yr2 = Σdcosα


Dengan 2 buah titik referensi


Dalam poligon ini dibutuhkan penghitungan azimuth awal terlebih dahulu dengan cara menggunakan azimuth sementara terlebih dahulu, caranya
1. Tentukan azimuth sementara terlebih dahulu (sembarang), Contoh 80˚
2. Hitung koordinat detail 1, detail 2, hingga titik referensi R2
3. Beri nama baru untuk titik hasil penghitungan koordinat R2 dengan Azimuth sementara. Contoh : R2’
4. Cari azimuth R1 ke R2 (AR1,R2) dan azimuth R1 ke R2’ (AR1,R2’)
5. Cari selisih antara AR1,R2 dengan AR1,R2’
6. Hitung Azimuth awal sebenarnya, lihat gambar :

AR1,1 = AR1,R2 – AR1,R2’ + Asementara

Setelah azimuth awal diketahui, selanjutnya hitung kembali koordinat tersebut menggunakan koordinat yang baru anda dapat. Untuk koreksi liniernya :
untuk Jarak Absis
Xr2-Xr1 = Σdsinα
untuk jarak ordinatnya
Yr2-Yr1 = Σdcosα

Penghitungan Poligon Terbuka Terikat Sempurna


Gambar di atas adalah sebuah poligon terbuka terikat sempurna, “terikat sempurna” hal ini disebabkan karena poligon ini mempunyai koreksi sudut dan linier dikeranakan pada poligon ini terdapat 4 buah titik referensi (sebagai penentu azimuth di awal dan di akhir poligon). Untuk koreksi sudutnya dapat di katakan sebagai berikut.
α akhir - α awal = ΣH – (n+2)180˚


sedangkan untuk koreksi liniernya
untuk Jarak Absis
Xr3-Xr2 = Σdsinα

untuk jarak ordinatnya
Yr3-Yr2 = Σdcosα

Penghitungan Koordinat Poligon Tertutup


Pada gambar di samping ini adalah jenis poligon tertutup yang mempunyai 5 titik detail dan satu titik referensi, perlu di ingat satu titik referensi tidak bisa menentukan arah utara, jadi pada gambar ini untuk penentuan arah utara harus menambahkan satu titik referensi lagi atau dengan cara menggunakan sebuah kompas guna mengetahui pendekatan arah utara (bersifat kasar)

Koreksi sudut
Pada poligon di gambar sudut yang digunakan adalah sudut dalam, dimana sebuah koreksi sudut untuk poligon tertutup adalah sebagai berikut :

Σβ = (n-2)180˚

Untuk poligon tertutup menggunakan sudut luar koreksi sudutnya adalah sebagai berikut
Σβ = (n+2)180˚



dimana
Σβ : Jumlah sudut Horisontal
n : Jumlah titik poligon (Tititk refrensi juga termasuk titik poligon, terkecuali referensi untuk penentu azimuth)

Koreksi Linier
Koreksi linier adalah sebuah koreksi jarak, didalam poligon tertutup titik dimana alat itu mulai berdiri akan berakhir pada titik yang sama, maka koreksi liniernya adalah Koordinat awal harus sama dengan koordinat akhir

Σdsinα = 0 
Σdcosα = 0